Selasa, 01 April 2014

"INSOMNIA 2"

Dia masih terlelap dengan mata terbuka,
lagi-lagi masih dengan alasan serupa.
Dari lelah hingga muak luar biasa.
Dia enggan terus mengalaminya.

Dia masih terlelap dengan mata terbuka.
Sial, mengapa harus begini adanya?
Tak ingin lagi kelam bersemayam di benaknya,
bagai langit malam di luar sana.

“Tidurlah!
Kau sudah jauh lebih dari sekedar lelah.”

“Aku harus berusaha,”
katanya, pasrah jua.
“Tak hanya dengan doa-doa.
Ini harus jadi akhir keberadaannya di ruang jiwa.
Tolong, Tuhan – bantu aku berhenti merindukannya!”

R.


(Jakarta, 28 Februari 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar