Jumat, 15 Agustus 2014

"REALITA KITA"

Ini realita kita.
Kau masih terluka.
Aku tahu kau butuh waktu lama.
Entah kapan kau akan pulih segera.

Ini realita kita.
Di hati ini ada cinta.
Sayang, cinta tak selalu penjamin segala,
karena cinta belum tentu artinya bisa bersama.

Ini (masih) realita kita.
Ah, akankah bisa berbeda?
Kita hanya dua jiwa kesepian yang mengembara
berusaha mengobati luka dengan gila kerja.

Ah, realita.
Akankah ada jalan untuk kita?
Akankah jalan kita malah berbeda?

R.
(Jakarta, 11 Agustus 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar