Rabu, 10 September 2014

"CUKILAN SISA WAKTU DENGANMU"

Akankah seperti ini?
Kita hanya bisa bertemu sesekali
sebelum berjalan sendiri-sendiri
meski namamu masih di hati.

Kukira aku sudah siap,
meski langkahmu kian mantap,
keputusanmu tetap
sementara diam-diam aku gelisah dalam lelap.

Ah, perubahan.
Aku tahu saatnya melepaskan,
meski belum sepenuhnya merelakan.
Tuhan, akankah rindu selalu senyeri ini saat bersemayam?

Suka tidak suka,
aku harus terima.
Waktuku semakin sedikit untuk menikmati senyummu,
memandang mata birumu,
sebelum masing-masing dari kita berbalik arah dan berlalu...

R.
(Jakarta, 10 September 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar