Rabu, 02 September 2015

"TERSESAT DI DUNIA MAYA"

Sebuah pesan singkat singgah di ponselku: “Mak, nyalakan internetnya, dong! Mau pulang, nih.”
            Awalnya tak kugubris. Namun, pas tengah malam kedua, pesan itu muncul lagi. Selalu dari nomor yang sama: 865-664-258.
            Lama-lama aku kesal. Kubalas pesan aneh itu: “Ini siapa, sih?”
            Anehnya, pesan balasanku tidak terkirim. Kucoba menelepon nomor itu. Yang kudengar hanya nada sambung tiga kali sebelum akhirnya terputus.
            Esoknya, aku bercerita pada sahabatku, Bintang. Bintang yang sangat suka misteri langsung tertarik.
            “Mana?” Ketika kutunjukkan pesan itu berikut penjelasan mengenai yang sudah pernah kulakukan untuk mencari tahu niat si pengirim, tiba-tiba Bintang punya ide: “Coba forward ke aku, deh.”
            “Oke.”
            Buru-buru Bintang mengecek ponselnya. Keningnya berkerut. “Hmm, aneh.”
            “Kenapa?” tanyaku penasaran. “Nggak kekirim?”
            “Kekirim, sih,” jawab sahabatku. “Cuma, nomornya bukan dari nomor kamu.”
            “Hah?” Oke, sekarang ini beneran aneh. Masa pesan yang ku-forward ke ponsel Bintang keluarnya bukan dari nomorku, tapi dari 865-664-258? Nggak mungkin banget. “Mungkin kamu juga dapet kali, sementara pesanku belum keterima.”
            “Kok bisa, ya?” Giliran Bintang yang mencoba menelepon nomor itu. Sama seperti kasusku, tidak bisa. Lagi-lagi yang terdengar hanya nada sambung tiga kali sebelum terputus secara otomatis.
            Kami bertukar pandang. Sayangnya, bel keburu berbunyi. Kami pun batal melanjutkan obrolan dan mulai belajar hari itu.
            Sesaat aku melupakan soal pesan aneh itu di ponselku...dan sekarang juga ponsel Bintang tentunya. Namun begitu malam tiba, saat aku tengah menyalakan internet, tiba-tiba Bintang menyapaku lewat chatroom messenger di Facebook:
            “Lan, aku takut.”
            “Kenapa?”
            “Ada yang terus berusaha add aku, tapi anehnya punya akun yang persis sama denganku. Plek-plek seisinya. Udah aku reject terus dan bahkan sampai blokir, tapi entah kenapa dia berhasil masuk dalam daftar temen-temenku.”
            “Hacker kali.”
            “Nih, sekarang udah kucoba remove dia berkali-kali, masih aja ada. Balik lagi terus, Lan. Kublokir lagi juga nggak bisa.”
            “Sebentar, aku cek dulu.” Aku beralih ke profil Bintang dan daftar teman-temannya. Tidak ada apa-apa. Semua tampak normal.
            “Nggak keliatan, Tang,” ketikku membalas pesan terakhirnya. “Di situ masih ada?”
            Tak ada respon. Hening. Kuketik lagi: “Bintang?”
            Sama saja. Kutelepon, tidak diangkat. Ah, sudahlah. Mungkin Bintang ketiduran. Besok saja aku tanya.
            Tak pernah kusangka, itulah malam terakhir aku mengobrol dengannya. Keesokan harinya, orang tua Bintang melaporkan kehilangan putri tunggal mereka. Anehnya, dia seperti raib tanpa jejak. Yang ditemukan di kamarnya hanya baju tidurnya di atas kursi, depan komputer yang masih menyala.
            Pesan misterius itu juga mendadak lenyap dari ponselku, meski aku masih sempat iseng-iseng menebak kode dari nomor telepon itu:
            865-664-258 à TOL-ONG-AKU
            Mengapa hanya Bintang yang hilang? Teori hororku, mungkin gara-gara malam itu dia online duluan di internet sebelum sempat mem-forward itu ke nomor lain. Setidaknya itu pengakuan yang kudengar dari beberapa orang lain yang juga pernah menerima pesan serupa dan selamat berkat mem-forward pesan itu ke orang lain.

            “Mak, nyalakan internetnya, dong! Mau pulang, nih.” Jika kebetulan menerima pesan seperti itu dari ponselmu, jangan turuti. Segera forward ke nomor lain, demi keselamatanmu. Lebih bagus lagi kalau setelahnya, kamu bisa memperingatkan penerima pesan berikutnya. Mungkin kamu akan dianggap gila karena terdengar sangat aneh, tapi lebih baik begitu daripada tidak sama sekali.


1 komentar:

  1. Jd inget pesan ancaman model kaya gini. Tp aku dpt pun gak ngaruh sih. Sugestiin yg baik aja

    ff e msh misteri, blm greget

    BalasHapus