Sabtu, 12 Juli 2014

"KATA MEREKA"

Kata mereka, aku harus memaafkanmu,
meski kerap kau mengganggu
buatku murka dulu
hingga aku suntuk selalu.

Kata mereka, sebenarnya kau tak sejahat itu.
Benarkah?
Aku tak percaya!
Aura gelapmu saja buatku lelah.

Kata mereka, sebenarnya kau menyedihkan.
Kasihan, kau tak bahagia.
Masa lalu buatmu kejam
meski diam-diam kau merana.

Baiklah, kumaafkan.
Memang lebih baik ada yang kulupakan.
Namun, jika kau masih juga kejam,
biarlah Tuhan yang beri kau ganjaran.
Bukankah manusia selalu punya pilihan?

R.
(Jakarta, 29 Juni 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar