Kamis, 02 Januari 2014

"DAMAI SEJATI?"

Berikan aku damai yang mustahil
ruang benak berkeinginan nihil.
Akankah ada damai itu?
Akankah kuterjebak di ruang semu?

Tunjukkan aku damai yang ideal
sebuah kesalahan tanpa sesal.
Akankah kubernapas lega?
Akankah kulenyap selamanya?

Manakah damai sejati?
Haruskah kupinta pada Ilahi?
Meski lelah hati teruji
menelan sabar tanpa henti.

Kata mereka
hanya doa penawar damai.
Sampai kapan harus berusaha?
Lagi-lagi hanya satu jawaban pasti:

Hanya Dia pemilik semua kunci.

R.

(Jakarta, 29 Desember 2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar