Selasa, 28 Januari 2014

"HORMAT SAMA KAMU?"

Tiada hormat kau dapat
dengan meneror sesama.
Takut dari mereka
kebanggaan kosong belaka.

Kau mengaku hormati sesama.
Mengapa aib mereka terus kau buka-buka?
Celotehmu bikin panas telinga.
Tulisanmu menyakitkan mata.

Rasa hormat sang keparat
serusak besi berkarat.
Bagai moral perlahan melarat
hingga semua terlambat.

Wahai, sosok munafik luar biasa!
Tak perlu aku jadi terhormat versimu.
Aku tahu cara menghargai diriku.
Tak perlu berlagak paling tahu dan sempurna!

R.

(Jakarta, 21 Januari 2014)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar