Kamis, 06 Agustus 2015

#CSW-CLUB DIARIES 2: “LIFT”

Kehidupan urban tidak bisa lepas dari penggunaan lift. Lihat saja, nyaris tidak ada gedung yang tidak berfasilitas lift. (Apalagi yang berlantai banyak. Kecuali kalau pengelolanya cukup ‘kreatif’ dalam mengajak pengunjungnya untuk ‘berolah raga gratisan’. Dijamin banyak yang akan bilang: “Makasih, dah!” lalu mengambil langkah seribu. Sekian.)
            Buat yang ingin buru-buru dan tidak ingin membuang waktu dan tenaga (iyalah!), memakai lift sudah biasa. Lain cerita bila mereka penderita klaustrofobia (ketakutan irasional akan berada di tempat sempit dan tertutup, apalagi dalam waktu lama.) Ya, meski sebenarnya mereka juga belum tentu senang bila harus naik tangga ke lantai delapan, misalnya.
            Banyak cerita seputar kejadian di dalam lift, mulai dari terjebak saat mati listrik – baik sendirian maupun sama orang lain – hingga kekhawatiran dan rasa takut saat terjadi gempa di tempat tinggi. Percaya atau tidak, ada lho, yang sampai menolak tawaran pekerjaan – hanya gara-gara letak kantornya di lantai atas dan cukup tinggi sekali. (Mau tidak mau harus pakai lift setiap hari!) Alasannya: “Daripada kerja jadi nggak tenang, tiap saat khawatir ada gempa?” Apalagi bagi yang sudah pernah mengalaminya. Sekali saja cukup.
            Belum lagi yang sudah pernah nonton film-film horor macam “The Eye” dan “Final Destination 2”. (Iya, yang ada adegan di dalam lift-nya – dengan tingkat keseraman yang berbeda.) Makin nggak nyaman aja deh, pas naik lift – apalagi kalau sampai dipikirin banget-banget. (Makanya jangan. Lain kali juga jangan nonton film horor kalau tidak siap dengan efek sesudahnya!)
            Tak hanya rasa takut kejebak di dalam lift. Ada lagi hal-hal yang dapat menambah rasa takut – bahkan setelah Anda terjebak di dalam lift, seperti:
1.      Kalau kejebaknya bareng orang yang kalem dan tidak mudah panik sih, syukurlah. Namun bagaimana kalau tidak, misalnya kejebak sama anggota keluarga – apalagi anak kecil yang berpotensi lebih banyak menangis ketakutan? Alamat Anda yang harus memberanikan diri menangani situasi agar satu lift jangan sampai mati kalau tiba-tiba ada kabel suspensi yang lepas. Hiiih...!
2.      Kejebak seorang diri, tanpa bisa melihat keluar dengan jelas gara-gara pintunya tidak berjendela (seperti lift di mall). Jadi, nggak tahu pasti penyebab lift mendadak mati. Gangguan listrik, longgarnya kabel suspensi, atau...korslet hingga kebakaran? Apalagi bila tombol emergency-nya juga ikut mati!

Semoga tidak perlu ada yang sampai mengalami contoh-contoh kejadian di atas saat naik lift...

R.

(Jakarta, 4/8/2015 – 21:00. Ditulis berdasarkan diskusi apik dalam pertemuan The Couchsurfing Writers’ Club pada tanggal 30 Juli 2015, pukul 20:00 di Anomali Coffee – Setiabudi One, Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Tema: “Lift”.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar